Sebanyak 50 petani di Desa Maju Jaya, Kabupaten Mekar Jaya, mengalami kerugian akibat serangan hama wereng pada tanaman padi mereka. Menurut Kepala Desa Maju Jaya, Budi Santoso, serangan hama wereng ini terjadi sejak dua minggu yang lalu.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi serangan hama wereng ini, namun belum juga berhasil. Kami sangat khawatir dengan kondisi tanaman padi yang semakin terancam,” ujar Budi Santoso saat diwawancara oleh media lokal.

Serangan hama wereng ini tidak hanya merugikan petani secara finansial, tetapi juga berdampak pada ketersediaan beras di wilayah tersebut. Hal ini membuat harga beras di pasar lokal menjadi tidak stabil.

Menurut data yang dihimpun oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mekar Jaya, serangan hama wereng ini merupakan yang terbesar dalam dua tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu dan minimnya pengetahuan petani dalam mengatasi serangan hama.

Pemerintah Kabupaten Mekar Jaya telah memberikan bantuan berupa insektisida kepada para petani untuk mengatasi serangan hama wereng ini. Namun, upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Para petani di Desa Maju Jaya berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih tepat dan efektif dalam mengatasi masalah serangan hama wereng ini. Mereka juga meminta agar bantuan dari pemerintah dapat segera didistribusikan agar tanaman padi mereka dapat terselamatkan.

Hingga saat ini, Dinas Pertanian Kabupaten Mekar Jaya masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan para petani untuk menemukan solusi terbaik dalam mengatasi serangan hama wereng ini. Mereka berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada petani agar produksi padi di wilayah tersebut dapat pulih kembali.