Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau, memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan secara bertahap di kawasan Kampar Kiri Hulu. Langkah ini diambil guna mendongkrak aksesibilitas menuju objek wisata unggulan daerah yang tengah bersaing di tingkat nasional. Akses transportasi yang aman dan nyaman dinilai menjadi faktor krusial untuk menarik kunjungan wisatawan. Terlebih, saat ini terdapat dua destinasi di wilayah tersebut yang berhasil menembus nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2026.
Peninjauan langsung ke titik-titik infrastruktur pendukung dilakukan oleh Penjabat Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kampar Rusdi Hanif pada Sabtu (23/5/2026). Pengecekan difokuskan pada jalur transportasi menuju Air Terjun Batu Dinding yang masuk kategori Surga Tersembunyi, serta Camping Ground Pulau Tongah yang berkompetisi pada kategori Wisata Olahraga dan Petualangan.
“Komitmen pemerintah daerah dalam membenahi fasilitas penunjang ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing pariwisata Kampar di kancah nasional,” ujar Ahmad Yuzar. Selain mempermudah mobilitas pelancong, peningkatan kualitas jalan ini ditargetkan dapat menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar kawasan wisata.
Ahmad Yuzar juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Riau, khususnya warga Kabupaten Kampar, untuk memberikan dukungan penuh secara masif guna memenangi ajang penghargaan pariwisata nasional. Apresiasi khusus turut diberikan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Pemerintah menilai peran aktif komunitas lokal dalam mengelola dan menjaga kelestarian alam menjadi alasan utama dua destinasi Kampar Kiri Hulu tersebut terpilih mewakili Provinsi Riau di tingkat pusat.
Ardi Mardiansyah menegaskan bahwa wilayah Kampar Kiri Hulu memiliki potensi alam yang sangat besar namun membutuhkan sentuhan pembenahan fasilitas publik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, program perbaikan jembatan dan pengaspalan jalan menuju sentra wisata akan terus dikawal secara bertahap oleh pemerintah daerah, sekaligus sebagai upaya promosi bersama.