Pemerintah Provinsi Riau tengah mempertimbangkan rencana penataan kawasan Bundaran Jalan Jenderal Sudirman, di depan Kantor Gubernur Riau. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat identitas budaya Melayu dan mempercantik wajah ibu kota provinsi.

Proses kajian dilakukan secara terbuka melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, tokoh adat, organisasi profesi, dan konsultan independen. Plt Kepala Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau, Zulfahmi, menyampaikan bahwa ada tiga konsep yang dihasilkan dari diskusi tersebut, yaitu tugu berbentuk tanjak, Tugu Lancang Kuning, dan Tugu Titik Nol Pekanbaru.

FGD melibatkan perwakilan dari berbagai lembaga seperti Universitas Riau, Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Riau, dan konsultan independen. Semua masukan yang diterima akan menjadi dasar dalam menyusun konsep penataan kawasan yang mencerminkan karakter budaya Melayu Riau.

Selain membahas desain, forum tersebut juga mengupas filosofi ikon daerah agar monumen yang dibangun memiliki nilai historis, budaya, dan edukasi bagi masyarakat. Zulfahmi menegaskan bahwa belum ada keputusan final terkait konsep yang akan dipilih, semua hasil kajian akan diserahkan kepada Gubernur Riau untuk dipertimbangkan.

Pemprov Riau masih fokus pada penyusunan desain dan Detail Engineering Design (DED). Jika semua tahapan perencanaan berjalan lancar, pembangunan fisik ikon baru direncanakan dimulai pada tahun 2027. Zulfahmi menutup dengan menyatakan bahwa tahun ini akan difokuskan pada penyelesaian desain dan DED sebelum melanjutkan ke tahap pembangunan fisik sesuai jadwal.