Buku berjudul “Perempuan di Pentas Politik” diluncurkan di Balai Adat LAMR, Balai Rung Tenas Effendy Pekanbaru, pada Jumat pagi (7/5/2026). Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh camat, lurah, kepala Puskesmas, kepala sekolah perempuan se-Kota Pekanbaru.

Buku setebal 142 halaman yang berjudul “Perempuan di Pentas Politik” diterbitkan oleh Taman Karya dan ditulis oleh Muhammad Amin dan Zulkarnaini. Isi buku ini terbagi dalam XI bab yang membahas perjalanan politik Anggota DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari.

Buku tersebut juga memuat pengantar dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, serta sambutan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto, dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.

Dr. Hj. Karmila Sari merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Riau I mewakili Fraksi Partai Golkar. Sebelumnya, ia telah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir dan DPRD Provinsi Riau selama beberapa periode.

Karmila Sari bertugas di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, dan kebudayaan. Ia dikenal aktif dalam memperjuangkan pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain memiliki pengalaman politik, Karmila Sari juga memiliki latar belakang akademik di bidang Sistem Informasi dan Manajemen. Kombinasi pengalaman tersebut dianggap menjadi modal dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

Dalam sambutannya, Karmila Sari berharap buku “Perempuan di Pentas Politik” dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk ikut berjuang dalam politik. Ia menekankan pentingnya mewujudkan impian tanpa terjebak dalam analisis berlebihan.

Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyampaikan apresiasi kepada Karmila Sari dan tim peluncuran buku. Dia menekankan pentingnya posisi Melayu dalam politik daerah dan nasional.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, mengapresiasi peluncuran buku ini karena merupakan acara pertama tokoh perempuan Riau di LAM Riau. Dia berharap buku ini dapat menginspirasi orang untuk terus berjuang sebagaimana yang dilakukan oleh Karmila Sari.