LONDON, 20 Maret 2021 – Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tingkat polusi udara di ibu kota Inggris, London, mencapai tingkat tertinggi dalam dua dekade terakhir. Penelitian yang dilakukan oleh Greenpeace dan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menemukan bahwa polusi udara di London saat ini melebihi batas yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa partikel-partikel polutan yang berasal dari kendaraan bermotor, industri, dan pembangkit listrik telah mencemari udara di London. Hal ini menjadi perhatian serius karena berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak dan lansia.

“Kualitas udara di London saat ini sangat mengkhawatirkan. Tingginya tingkat polusi udara dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya,” ujar Dr. Maria Neira, Direktur Departemen Lingkungan Hidup dan Kesehatan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Kota London telah mengumumkan langkah-langkah untuk mengurangi polusi udara, termasuk pembatasan kendaraan bermotor yang beremisi tinggi dan peningkatan jaringan transportasi publik. Namun, masih diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk mengatasi masalah ini.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi semua warga London,” kata Sadiq Khan, Wali Kota London.

Greenpeace dan CREA juga mendorong pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata dalam mengurangi polusi udara. Mereka menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Dibutuhkan langkah-langkah konkret dan berkesinambungan untuk mengurangi polusi udara. Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” ungkap Yasmine Phillips, Direktur Eksekutif Greenpeace UK.

Dengan adanya temuan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas udara akan meningkat, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi semua orang.