Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengungkapkan cerita menarik setelah disalip oleh pembalap dari tim Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, dalam balapan di Sirkuit Mugello, Italia, pada Minggu (31/5/2026). Pecco Bagnaia, sapaan akrabnya, mengakui kekuatan Ai Ogura terutama dalam pertarungan di lap-lap terakhir menjelang bendera finish.

Meski lawannya memiliki kekuatan maksimal dan dukungan teknis motor yang bagus, Pecco berhasil melakukan serangan balik dan merebut posisi ketiga setelah pertempuran sengit dengan Ai Ogura. “Saya mulai mendengar suara motornya (Ai Ogura) di tikungan 12 dan saya (pakai strategi) mengerem sekeras mungkin di tikungan terakhir agar dia (Ai Ogura) tidak mendapatkan ruang. Dan jika dia mencoba menyalip saya, dia (Ai Ogura) akan melebar,” ucap Pecco.

Dengan strategi mengelabui Ai Ogura, Pecco berhasil mempertahankan posisi ketiganya hingga bendera finish berkibar. “Saya sudah mencoba segalanya. Jadi strateginya sudah tepat, tapi agak berisiko, karena kehilangan podium (terjatuh) seperti ini di tikungan terakhir bisa jadi bencana. Saya hanya berharap bisa keluar dari tikungan sebaik mungkin,” tambahnya.

Di awal balapan, Pecco memimpin posisi terdepan setelah menyalip Marco Bezzecchi. Namun, Bezzecchi berhasil mengambil alih posisi pertama dari Pecco saat memasuki lap ke 13. Jorge Martin pun ikut serta dalam pertempuran tersebut dan menyalip Bagnaia saat memasuki lap ke 15.

Pecco mengungkapkan masalah pada motor Ducati Lenovo yang dikendarainya, yaitu kekurangan cengkeraman ban belakang. Hal ini berbeda dengan motor Ducati yang dikendarai tim lain. “Jelas sekali bahwa kami sedang kesulitan (pengereman). Jadi kami terus maju selangkah demi selangkah,” jelasnya.

Pada balapan MotoGP 2026 di Mugello, Italia, Pecco Bagnaia berhasil naik podium untuk pertama kalinya di hadapan para penggemarnya.