Sebuah musibah tenggelamnya kapal pompong di perairan Pelabuhan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, telah menimbulkan duka mendalam bagi berbagai pihak. Peristiwa tragis ini terjadi saat pelaksanaan tugas negara dan menyebabkan kehilangan seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Aditya Waskita Jauhari.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum yang merupakan pelaksana pada KPPBC TMP B Pekanbaru. Ia menyatakan bahwa kepergian Aditya Waskita Jauhari merupakan kehilangan yang sangat dirasakan oleh Kementerian Keuangan.
“Saya, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, atas nama pribadi dan segenap keluarga besar Kementerian Keuangan, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Aditya Waskita Jauhari pelaksana pada KPPBC TMPB Pekanbaru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,” kata Menkeu RI Purbaya pada Rabu (8/7/2026).
Aditya Waskita Jauhari berpulang saat menjalankan tugas negara di perairan kawasan industri Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Menkeu RI Purbaya mengungkapkan penghormatan tinggi atas pengabdian dan jasa yang telah diberikan oleh almarhum.
Purbaya juga mendoakan agar semua amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Dia berharap agar almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik oleh Tuhan.
Musibah ini menjadi pengingat akan besarnya pengabdian para pegawai pemerintahan dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Menkeu RI Purbaya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan atas kerja keras dan dedikasi dalam menjalankan tugas negara.
Purbaya juga memberikan semangat kepada seluruh pegawai untuk tetap menjalankan tugas dengan integritas dan keselamatan kerja yang utama. Dia menegaskan bahwa pengabdian setiap pegawai memiliki arti besar bagi keberlangsungan pelayanan negara.