Empat Kali Direncanakan, Mantu di Riau Ternyata Berniat Bunuh Satu Keluarga Lansia

Sebuah fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan seorang lansia di Kota Pekanbaru yang menewaskan Dumaris Deniwati Boru Sitio (60). Pelaku utama dalam kasus tersebut adalah menantunya sendiri, Anisa Florensa (AF), yang disebut telah merencanakan aksi kejahatan bersama komplotannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua mengungkapkan bahwa awalnya para pelaku berniat melakukan pencurian. Namun, dalam perjalanan dari Medan menuju Pekanbaru, niat tersebut berubah menjadi pembunuhan yang telah direncanakan.

Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa target awal para pelaku bukan hanya satu orang, melainkan satu keluarga yang terdiri dari empat orang, termasuk korban, anggota keluarga lain, serta penghuni rumah lainnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan bahwa para pelaku telah melakukan survei lokasi sebanyak empat kali sebelum aksi dilakukan. Perencanaan tersebut dilakukan secara matang sebelum eksekusi di lapangan.

Empat orang pelaku terlibat dalam aksi ini, yaitu Anisa Florensa sebagai otak pelaku, Slamet sebagai eksekutor, serta Lisbet dan Erwandi alias Iwan sebagai rekan pelaksana. Mereka berangkat dari wilayah Aceh menggunakan kendaraan pribadi sebelum menuju Pekanbaru.

Motif pembunuhan ini didasari oleh rasa sakit hati Anisa terhadap korban, yang merupakan mertuanya. Para pelaku telah berhasil diamankan di dua lokasi berbeda, yakni Aceh dan Sumatera Utara, dan masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.