Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera sedang mengintensifkan patroli mitigasi di tingkat desa serta melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kru lapangan. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan penuh menghadapi lonjakan titik api selama musim kemarau di Provinsi Riau.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa pemeriksaan medis menyeluruh bagi para personel Manggala Agni mulai digulirkan secara bertahap. Penjagaan kondisi fisik anggota menjadi prioritas karena operasi pemadaman di medan ekstrem membutuhkan ketahanan tubuh yang prima dari risiko paparan asap pekat.

Selain fokus pada proteksi internal personel, pengawasan di wilayah-wilayah rawan juga diperketat. Melalui Daerah Operasi (Daops) Pekanbaru, Manggala Agni rutin menyisir kawasan perdesaan yang rentan untuk memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai risiko pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Informasi riil dari pengamatan udara tersebut langsung direspons oleh tim Daops Pekanbaru yang berada di posisi terdekat. Luas lahan yang terbakar di Rimbo Panjang dapat ditekan hingga hanya menyisakan area terdampak seluas 0,25 hektar sebelum api benar-benar padam total pada malam harinya.

Ferdian Krisnanto menegaskan bahwa kecepatan sistem deteksi dini menjadi kunci utama agar ruang gerak api tidak melebar. Kombinasi antara kesiapan fisik anggota yang bugar, patroli darat di desa rawan, dan pemantauan udara diharapkan mampu menekan potensi bencana karhutla di Riau sepanjang periode kering ini. Menurutnya, strategi pencegahan dari hulu terbukti efektif dalam memangkas risiko kebakaran besar.

Sebagai contoh, sebuah titik api di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, berhasil diisolasi sebelum meluas setelah terpantau oleh tim patroli udara pada Senin (8/6/2026) siang. Langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera menjadi bagian dari upaya untuk memastikan keselamatan dan keamanan selama musim kemarau di Provinsi Riau.