Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan bahwa ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berbagai jenis masih berada pada level aman. Informasi ini disampaikan per 18 Mei 2026, dimana BPH Migas mencatat stok BBM jenis Pertalite (RON 90) yang mencapai 1,37 juta kiloliter (kl) mampu bertahan selama 16 hari.
Menurut BPH Migas, stok BBM jenis Pertamax (RON 92) juga tercatat mencapai 1,27 juta kl pada tanggal yang sama. Hal ini membuat ketahanan stok Pertamax mencapai 20 hari, dengan Pertamax Turbo mencapai 16 hari.
Sementara itu, stok bahan bakar jenis Solar (HSD) juga tercatat dalam jumlah yang cukup besar. BPH Migas mencatat bahwa stok Solar mencapai 2,38 juta kl, dengan ketahanan stok mencapai 31 hari.
Di sisi lain, BPH Migas juga mencatat stok bahan bakar jenis avtur mencapai 424 ribu kl, dengan ketahanan stok mencapai 17 hari. Sedangkan untuk stok bahan bakar jenis jet A1 mencapai 213 ribu kl, dengan ketahanan stok mencapai 19 hari.
Penyampaian informasi mengenai ketahanan stok BBM ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai ketersediaan bahan bakar di Tanah Air. BPH Migas berharap bahwa dengan adanya data ini, masyarakat dapat merasa tenang dan tidak perlu khawatir akan kelangkaan BBM.
Meskipun demikian, BPH Migas tetap mengingatkan agar masyarakat tetap menggunakan bahan bakar secara efisien dan tidak melakukan pemborosan. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketahanan stok BBM agar tetap dalam kondisi aman dan stabil untuk kebutuhan masyarakat.