Investasi di Provinsi Riau pada triwulan I (Januari-Maret) tahun 2026 mencapai Rp12,85 triliun, menurut data yang dirilis oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau. Vera Angelika OK selaku Kepala DPMPTSP Riau menyebutkan bahwa capaian ini menempatkan Riau pada peringkat ke-15 secara nasional. Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Riau mencapai Rp9,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 197,01 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,25 triliun.

Vera Angelika menyampaikan bahwa realisasi investasi tersebut menunjukkan bahwa Riau tetap menjadi daerah yang menarik bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri, khususnya di wilayah Sumatera. Riau bahkan mencatat posisi yang kuat di tingkat regional Sumatera, yaitu peringkat ke-3 untuk PMDN dan PMA. Kota Dumai menjadi penyumbang terbesar investasi dengan nilai Rp3,05 triliun, diikuti oleh Kota Pekanbaru sebesar Rp2,55 triliun.

Kontribusi investasi masih didominasi oleh wilayah-wilayah strategis di Riau. Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kabupaten Pelalawan juga turut berperan dalam peningkatan investasi. Investor asing, terutama dari Singapura, Malaysia, Bermuda, Seychelles, dan Kepulauan Virgin Inggris, masih menjadi mitra utama dalam hal investasi di Riau.

Sektor usaha yang mendukung investasi di Riau mencakup industri makanan, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, industri kimia, farmasi, perumahan, kawasan industri, dan pertambangan. Sektor-sektor ini memberikan kontribusi lebih dari 70 persen dari total investasi yang masuk ke Riau. Vera menyatakan bahwa kebijakan ke depan akan difokuskan pada penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Riau optimis dengan sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan, seperti kelanjutan Tol Lingkar Pekanbaru ruas Rengat–Pekanbaru, pengembangan Kawasan Industri Buruk Bakul, dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rangsang. Proyek-proyek ini diharapkan dapat menjadi pengungkit investasi ke depan, serta mendukung transisi energi bersih di Riau. Pemprov Riau juga terus meningkatkan kualitas layanan publik melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia untuk memperkuat iklim investasi di daerah tersebut.