Pada hari Minggu, 10 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan Work From Bali. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi di sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Work From Bali akan memungkinkan para pekerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi untuk bekerja dari pulau Dewata selama beberapa bulan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Bali dan mendongkrak perekonomian daerah tersebut.
“Kebijakan Work From Bali ini adalah langkah inovatif yang diambil pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi di Bali, yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19,” ujar Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Negara.
Menurut Presiden Joko Widodo, kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi di Bali guna menciptakan lingkungan yang aman bagi para pekerja yang akan bekerja dari pulau tersebut.
“Kami akan memastikan bahwa para pekerja yang bekerja dari Bali akan mendapatkan fasilitas yang memadai dan lingkungan yang aman dari risiko penularan Covid-19,” tambah Presiden Joko Widodo.
Work From Bali diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di pulau tersebut. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Bali sambil tetap produktif bekerja.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyambut baik kebijakan Work From Bali yang diinisiasi oleh pemerintah. Menurutnya, kebijakan ini akan menjadi dorongan positif bagi sektor pariwisata di Bali dan memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk menikmati liburan yang berbeda.
“Work From Bali adalah langkah tepat untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata di Bali. Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pekerja yang mengikuti program ini,” ujar Sandiaga Uno.