Sebanyak 100 ekor sapi milik peternak di Desa Maju Jaya, Kecamatan Rawa Makmur, Kabupaten Jaya, Sumatera Selatan, mati mendadak akibat serangan penyakit yang belum diketahui penyebabnya. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jaya, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa kemarin.

Pemilik sapi yang menjadi korban, Sutarno, mengungkapkan bahwa sebelum sapi-sapinya mati, mereka mengalami gejala muntah-muntah dan diare selama beberapa hari. “Kami sangat terkejut dan sedih melihat sapi-sapi kami mati begitu cepat,” ujar Sutarno dengan nada sedih.

Dinas Peternakan Kabupaten Jaya langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kematian massal tersebut. Budi Santoso menyatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel darah dan jaringan dari sapi yang mati untuk dianalisis di laboratorium.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kematian massal tersebut. Namun, Budi Santoso menduga bahwa kemungkinan besar sapi-sapi tersebut terinfeksi oleh virus yang belum diketahui jenisnya.

Masyarakat sekitar Desa Maju Jaya mulai resah dengan kejadian ini. Mereka khawatir penyakit yang menyerang sapi tersebut juga bisa menular kepada hewan ternak lainnya. Sejumlah peternak lainnya pun mulai melakukan langkah pencegahan dengan memberikan vaksin tambahan kepada hewan ternak mereka.

Pemerintah Kabupaten Jaya juga telah memberikan bantuan kepada peternak yang menjadi korban kematian sapi-sapi mereka. Bantuan tersebut berupa pakan ternak dan obat-obatan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Hingga kini, peternak di Desa Maju Jaya masih menunggu hasil analisis dari laboratorium terkait penyebab kematian massal sapi-sapi mereka. Mereka berharap agar pihak berwenang segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini agar tidak terjadi lagi di masa depan.