Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pesantren Alfahmu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, pada 12 Mei 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pendugaan potensi air tanah guna mendukung kebutuhan fasilitas dan ketersediaan air bersih di lingkungan pesantren. Koordinator Prodi Magister Teknik Sipil UNRI, Muhammad Yusa, memimpin kegiatan tersebut, didampingi oleh mahasiswa Teknik Sipil, Azhar Riady dan Hari Firman Ikhlas.

Kegiatan PKM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kepentingan masyarakat. Tim PKM mengusung tema pendugaan potensi air tanah menggunakan instrumen AIDU Golden Rod (AGR) dan melakukan survei geofisika untuk memetakan kondisi bawah permukaan tanah serta mengidentifikasi keberadaan lapisan akuifer yang berpotensi menjadi sumber air bersih bagi pesantren.

Kegiatan pengukuran lapangan turut disaksikan oleh pimpinan Pesantren Alfahmu, KH Ustadz Arif Billah, para pengurus pesantren, tokoh masyarakat, dan para santri. Hari Firman Ikhlas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membantu pihak pesantren menentukan titik pengeboran sumur air secara lebih tepat dan ilmiah, untuk menjamin ketersediaan air bersih dalam jangka panjang.

Azhar Riady menjelaskan bahwa instrumen AIDU Golden Rod (AGR) mampu memindai lapisan bawah permukaan tanah hingga kedalaman sekitar 300 meter, mendeteksi posisi, ketebalan, dan jenis lapisan pembawa air tanah atau akuifer secara detail. Tim PKM melakukan survei pada empat lintasan pengukuran di tiga titik lokasi utama, yakni area pembangunan masjid atau mushalla, asrama dan ruang belajar santri, serta depot air minum dan area wudhu.

Berdasarkan hasil interpretasi penampang resistivitas, ketiga lokasi tersebut teridentifikasi memiliki dua zona akuifer, yakni akuifer dangkal pada kedalaman 0 hingga 50 meter dan akuifer tertekan yang lebih produktif pada kedalaman 165 hingga 300 meter. Hasil pendugaan menggunakan AGR juga memperoleh konfirmasi awal dari pengeboran sementara yang sebelumnya dilakukan pihak pesantren hingga kedalaman sekitar 30 meter.

Tim menjelaskan bahwa akuifer dangkal umumnya masih dipengaruhi resapan air hujan sehingga debit air dapat berubah mengikuti musim. Oleh karena itu, lapisan akuifer tertekan pada kedalaman lebih dalam dinilai lebih ideal untuk kebutuhan jangka panjang pesantren yang terus berkembang, karena kualitas dan volume airnya lebih stabil sepanjang tahun. Melalui kegiatan tersebut, tim PKM berharap hasil survei dapat menjadi dasar ilmiah bagi pihak pesantren dalam merencanakan pembangunan sumur air bersih yang tepat sasaran dan berkelanjutan guna mendukung aktivitas pendidikan serta pengembangan fasilitas pesantren di masa mendatang.