Enam jemaah haji asal Provinsi Riau masih harus tertahan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Kota Batam, Kepulauan Riau setelah tiba dari Tanah Suci. Mereka belum diizinkan pulang ke daerah asal di Bumi Lancang Kuning karena mengalami gangguan kesehatan pasca-menunaikan ibadah haji. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Defizon, mengonfirmasi bahwa keenam jemaah berasal dari kelompok terbang (kloter) yang berbeda, terdiri atas dua orang dari Kloter BTH 03, satu orang dari Kloter BTH 04, dan tiga orang dari Kloter BTH 05.
Defizon menyatakan bahwa keenam jemaah sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam karena mengalami penurunan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan klinis serius sebelum bisa pulang. Panitia penyelenggara haji terus memantau perkembangan kesehatan mereka dan memastikan pemenuhan hak pelayanan medis bagi jemaah yang sakit di Batam.
Setelah mendapatkan surat izin kelayakan terbang dari tim medis rumah sakit, proses evakuasi pemulangan ke kabupaten/kota asal di Riau akan segera dilakukan. PT Krakatau akan memfasilitasi kepulangan para jemaah setelah mereka dinyatakan sehat total oleh dokter. Saat ini, gelombang pemulangan jemaah haji Provinsi Riau Tahun 1447 H / 2026 M berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan ribuan jemaah sudah kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam menunjukkan bahwa total 1.768 jemaah dan petugas haji Riau sudah pulang, termasuk 1.741 jemaah haji reguler, 8 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 16 petugas kloter yang mendampingi selama perjalanan dari Arab Saudi. Semua proses pemulangan jemaah tersebut menjadi tanggung jawab penuh dari pihak travel angkutan domestik PT Krakatau.