Proses pemilihan calon Direktur Utama PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasuki tahap akhir yang dipimpin oleh Bupati Siak Afni Zulkifli. Wawancara final dua kandidat tersisa dilakukan untuk memimpin salah satu BUMD strategis di Provinsi Riau. Tahapan akhir seleksi tersebut berlangsung di Gedung Wisma Mulia, Jakarta, pada Senin (18/5), melibatkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Dr. Evenri Sihombing.

Kedua kandidat yang mengikuti wawancara final adalah Robi Junipa dan Muttaqin, setelah berhasil menyisihkan delapan pelamar lainnya dalam seleksi calon pimpinan BSP. Mereka menyampaikan harapannya agar proses seleksi berjalan lancar sebelum memasuki ruang wawancara.

Dalam proses seleksi, kedua kandidat diuji terkait strategi peningkatan produksi migas, efisiensi operasional, optimalisasi lifting, serta kontribusi BSP terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ketahanan energi nasional. Afni menyatakan pentingnya keterlibatan SKK Migas dan BPKP untuk memastikan proses seleksi berjalan profesional dan transparan.

Afni juga menekankan bahwa proses seleksi tidak hanya mencari figur yang memahami dinamika daerah, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan visi bisnis yang sesuai dengan regulasi sektor hulu migas nasional. Tahapan sebelumnya di Pekanbaru juga menguji kedua kandidat terkait implementasi Good Corporate Governance (GCG) dan reorganisasi tubuh BSP.

Hasil asesmen PPM Manajemen Jakarta menunjukkan bahwa kedua kandidat memiliki komitmen terhadap pengembangan BSP ke depan. Robi Junipa dengan latar belakang geofisika dan pengalaman di Pertamina, sedangkan Muttaqin saat ini memimpin PT BSP Zapin, anak perusahaan BSP. Hasil wawancara final akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi Bupati Siak sebelum menetapkan direktur utama baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Proses seleksi ini dianggap sebagai mekanisme pemilihan pimpinan BUMD yang terbuka dan profesional di lingkungan pemerintah daerah karena melibatkan lembaga teknis dan pengawasan yang kompeten di bidangnya.