Pembangunan gudang Perum Bulog di tiga kecamatan di Kabupaten Natuna dijadwalkan dimulai pada September 2026. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperlancar distribusi logistik di wilayah kepulauan tersebut.
Kepala Bulog Riau–Kepri, Dani Satrio, menyampaikan bahwa seluruh proses pembangunan gudang akan ditangani langsung oleh Bulog pusat. Ia menargetkan tahapan administrasi rampung pada Agustus 2026.
“Insyaallah pada bulan Agustus proses administrasi selesai, dan September dilakukan peletakan batu pertama pembangunan,” ujarnya seperti dikutip dari RRI, Sabtu (25/4) 2026.
Pembangunan gudang Bulog ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Natuna yang terdiri dari wilayah kepulauan. Distribusi pangan sering terkendala cuaca yang tidak menentu sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan pasokan, terutama ke pulau-pulau terluar.
Dani mengatakan kehadiran gudang baru akan meminimalisir hambatan distribusi dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Dengan adanya gudang di tiga wilayah tersebut, diharapkan distribusi pangan bisa lebih cepat dan merata,” katanya.
Tiga lokasi pembangunan gudang Bulog direncanakan berada di Pulau Laut, Pulau Serasan, dan Pulau Midai. Penambahan ini akan melengkapi dua gudang yang sudah ada sebelumnya, yakni di Ranai dan Sedanau.
Dengan demikian, Natuna nantinya akan memiliki total lima gudang Bulog yang tersebar di lima kecamatan. Jumlah ini dinilai cukup istimewa, mengingat rata-rata kabupaten di Indonesia umumnya hanya memiliki satu gudang Bulog.
Pemerintah berharap pembangunan gudang ini dapat meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi risiko keterlambatan distribusi akibat faktor cuaca di wilayah perbatasan.