Perum Bulog Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyediakan 77 titik penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat penerima bantuan pangan (PBP). Hal ini dikonfirmasi oleh Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, dari Natuna pada hari Ahad.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan kepada 7.325 PBP yang tersebar di 70 desa dan tujuh kelurahan di Kabupaten Natuna. Untuk mempermudah masyarakat dalam mengambil bantuan, Bulog menyiapkan titik penyaluran di setiap desa dan kelurahan.

Dalam program ini, setiap PBP mendapatkan 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan. Untuk periode Februari dan Maret 2026, masing-masing PBP menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Pencius menjelaskan, penyaluran bantuan sudah dimulai namun baru menjangkau wilayah yang dekat dengan ibu kota kabupaten. Wilayah pulau terluar dan pulau-pulau penyangga masih menunggu proses distribusi karena komoditas harus dikirim terlebih dahulu melalui jalur laut.

Barang sudah didistribusikan ke wilayah terluar seperti Midai, Suak Midai, dan Seluan, dengan proses pembagian direncanakan berlangsung Minggu ini. Tidak ada kendala berarti dalam proses pengiriman dari Gudang Sedanau ke titik penyaluran, namun distribusi membutuhkan waktu lebih lama dan bergantung pada transportasi laut.

Jumlah petugas penyalur di setiap titik berbeda-beda, tergantung pada jumlah penerima bantuan. Biasanya antara satu hingga tujuh orang, yang berasal dari perangkat desa atau kelurahan. Proses distribusi bantuan pangan ini dilakukan dengan cermat dan hati-hati untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.