Sebanyak 50 warga desa di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terpaksa dievakuasi karena terdampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Menurut Kepala Desa Parigi, Budi Santoso, banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam tadi.

“Banjir bandang ini sangat cepat datangnya, dalam waktu singkat air sudah merendam rumah-rumah warga di sekitar sungai,” ujar Budi Santoso saat diwawancarai oleh media lokal. Banjir bandang juga mengakibatkan jalan utama desa tertutup lumpur dan material longsor, sehingga akses transportasi terhambat.

Puluhan warga yang dievakuasi telah ditempatkan di posko pengungsian yang disediakan oleh pemerintah setempat. Mereka mendapatkan bantuan logistik berupa makanan, minuman, dan selimut untuk mengantisipasi cuaca dingin di tempat pengungsian.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran telah melakukan upaya evakuasi dan penanganan darurat untuk membantu warga terdampak banjir bandang. Tim SAR juga dikerahkan untuk membantu dalam proses evakuasi dan memastikan keselamatan warga.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana banjir bandang ini. Namun, BPBD terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi bencana alam, terutama pada musim hujan seperti saat ini. Pemerintah juga terus mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.