Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kemuning Muda dan Desa Kemuning Tua di atas Sungai Reteh, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir terlihat mulai rapuh dimakan usia. Jembatan ini pertama kali dibangun pada tahun 1994-1995. Untuk menutupi rapuhnya jembatan tersebut, masyarakat rutin memperbaiki dengan cara swadaya. Perbaikan jembatan dilakukan dengan semangat gotong royong. Material utama dikumpulkan dari sumbangan warga, mulai dari kayu, uang, hingga tenaga. Kini, jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses vital penghubung dua desa.
Karena usia yang sudah lebih dari 30 tahun, perawatan rutin terus dilakukan warga. Perbaikan terakhir dilaksanakan Jumat 10 Juli lalu mulai pukul 13.30 WIB sampai 17.00 WIB. Selama proses pengerjaan, akses jembatan ditutup sementara demi keselamatan. “Pengerjaannya kita gotong royong. Dari jam 13.30 sampai 17.00 akses kita tutup sementara selama pengerjaan,” ujar Sekdes Kemuning Muda, Indra Juli. Kerusakan yang diperbaiki meliputi penggantian beberapa keping papan lantai yang lapuk, besi bantalan lantai yang sudah berkarat. Warga bahu-membahu membawa material, memotong kayu, dan memasang ulang bagian jembatan yang mulai rapuh. “Alhamdulillah, perbaikan berjalan lancar dan jembatan kini sudah bisa dilalui kembali,” ungkapnya.
Semangat swadaya ini terus dijaga turun-temurun. Setiap ada kerusakan kecil, warga Kemuning Muda langsung bergerak bersama tanpa menunggu lama. Dana dan material dikumpulkan secara sukarela. Pemerintah Desa Kemuning Muda mengapresiasi kepedulian warga. Dengan adanya jembatan gantung ini, aktivitas warga ke sekolah, ke pasar, dan mengangkut hasil kebun menjadi lebih mudah. Warga berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah daerah agar jembatan ini bisa direvitalisasi menjadi lebih permanen. “Kami juga berharap kiranya jembatan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah, baik dari Kabupaten atau Provinsi, karena mungkin sudah ratusan kali jembatan kami ini dikunjungi, namun belum ada realisasi pembangunan. Harapan kami jembatan ini dapat dibangun permanen atau beton,” harapnya.