Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bergerak cepat mempercepat pembangunan daerah. Hal itu ditandai dengan dimulainya rangkaian Roadshow Jilid II ke sejumlah kementerian pusat di Jakarta pada 8-10 Juli 2026. Rombongan dipimpin langsung Bupati Inhu Ade Agus Hartanto.

Roadshow ini bertujuan menyelaraskan program daerah dengan arah kebijakan nasional. Sekaligus “menjemput bola” agar berbagai usulan strategis Kabupaten Inhu segera mendapat dukungan anggaran dan regulasi dari pemerintah pusat.

Mengawali agenda, Rabu 8 Juli 2026 Pemkab Inhu mengunjungi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kunjungan di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Rawamangun, Jakarta Timur ini diisi audiensi dan penandatanganan nota kesepakatan bersama Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin.

Nota kesepakatan berlaku 5 tahun dan fokus pada Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Daerah di Inhu. Cakupannya meliputi penyuluhan bahasa Indonesia, pembinaan literasi, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia, hingga pelindungan bahasa, sastra, dan aksara daerah.

MoU akan ditindaklanjuti Balai Bahasa Provinsi Riau bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Inhu. Pemkab juga mengajukan usulan hibah buku berkualitas, akses platform digital Badan Bahasa, dan program peningkatan kapasitas bagi pustakawan, pengelola TBM, komunitas, serta pegiat literasi.

Di hari yang sama, rombongan bertolak ke Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Disambut Dirjen Agus Fatoni. Bupati memaparkan dampak pemotongan dana transfer pusat. Di antaranya refocusing anggaran, hambatan pembangunan fisik, keterlambatan Gaji ke-13, dan pemotongan TPP.

Fokus utama konsultasi adalah mencari saran, solusi, dan stimulus untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Langkah ini diambil agar pelayanan dasar dan pembangunan di Inhu tetap berjalan meski fiskal daerah terbatas.

Dirjen Bina Keuda mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Inhu. Ia menyatakan siap memberikan asistensi dan supervisi agar pengelolaan keuangan daerah lebih optimal dan tepat sasaran.

Kemudian, Pemkab Inhu melakukan studi tiru ke Suku Dinas LH Jakarta Utara. Disambut Kadis Edy Mulyanto dan Staf Ahli KLH Sri Wahyuni. Jakarta Utara mengelola 1.380 ton sampah per hari dan dinobatkan sebagai Bank Sampah Induk Terbaik Nasional 2024.

Inhu yang memproduksi 18 ton sampah per hari akan mengadopsi blueprint Jakarta Utara. Konsep pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak lewat BSF dan eco-farming dinilai cocok diterapkan untuk mengurangi volume ke TPA dan menciptakan nilai ekonomi.