Pada hari Minggu, tanggal 10 Oktober 2021, gelombang tinggi menerjang pesisir pantai utara Jawa Barat. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi tersebut dipicu oleh adanya siklon tropis di Samudera Hindia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pantai utara Jawa Barat untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang bisa mencapai ketinggian 2-3 meter,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya.

Dampak dari gelombang tinggi ini telah dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah pesisir pantai utara Jawa Barat. Beberapa rumah warga bahkan terendam air laut akibat gelombang yang menghantam tepi pantai.

Salah seorang warga, Ahmad, mengungkapkan kepanikannya saat melihat rumahnya terendam air laut akibat gelombang tinggi. “Kami tidak menyangka gelombang bisa sebesar ini, rumah kami langsung terendam air laut,” ujarnya.

Pemerintah setempat pun telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak oleh gelombang tinggi di pantai utara Jawa Barat. Mereka dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Dicky Saromi, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di pesisir pantai utara Jawa Barat. “Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat gelombang tinggi ini,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gelombang tinggi di pantai utara Jawa Barat. Namun, upaya penanganan dan mitigasi bencana terus dilakukan oleh pemerintah setempat guna mengurangi risiko yang mungkin timbul.