Perayaan Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak hanya menjadi momen peringatan hari jadi daerah, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkenalkan budaya dan potensi lokal kepada masyarakat luas. Salah satu tradisi yang kembali diangkat dalam rangkaian perayaan tahun ini adalah Lomba Menyolak Kelapa yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Inhil pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini diadakan di halaman Gedung Eks Multiyears Jalan Swarna Bumi dan menarik perhatian lebih dari 100 petani dari berbagai kecamatan di Inhil. Mereka bersaing dalam mengupas lima butir kelapa yang telah disiapkan oleh panitia.
Kepala Dinas Pertanian Inhil, Umar, menyatakan bahwa lomba ini tidak hanya sebagai kompetisi semata, namun juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya perkelapaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Inhil. Menurutnya, tradisi menyolak kelapa merupakan bagian integral dari kehidupan para petani di daerah tersebut, yang dikenal sebagai sentra perkebunan kelapa terbesar di Indonesia.
Tradisi ini dianggap perlu untuk terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak punah akibat perkembangan zaman. Lomba ini juga menjadi sarana bagi para petani untuk menunjukkan keterampilan, kekuatan, dan kecepatan yang telah menjadi bagian dari aktivitas mereka di kebun kelapa.
Suasana kompetisi terasa meriah, dengan para peserta saling berpacu untuk menyelesaikan tantangan mengupas kelapa dalam waktu sesingkat mungkin. Sorak-sorai penonton semakin membangkitkan semangat para peserta yang berjuang untuk menjadi yang terbaik.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah berupa uang tunai dan trofi kepada para pemenang. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi perkelapaan yang telah menjadi identitas Kabupaten Indragiri Hilir selama puluhan tahun.