KP2MI Gandeng Pemprov Kepri dan Dua Politeknik Tingkatkan Kualitas PMI
TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Politeknik Negeri Batam, dan Politeknik Pariwisata Batam untuk meningkatkan kualitas serta daya saing global Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai tanda kerja sama dilakukan di Gedung Daerah Kepri, Tanjungpinang, pada hari Senin. Kesepakatan tersebut berlaku selama lima tahun ke depan.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan sangat penting untuk menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan khusus sesuai kebutuhan pasar kerja global.
Menurut Mukhtarudin, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas pemerintah karena semakin banyak PMI yang bekerja di sektor formal dan profesional di berbagai negara.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengapresiasi keterlibatan dua perguruan tinggi vokasi di Batam dalam mendukung peningkatan kualitas SDM Kepri agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Ansar menambahkan bahwa Pemprov Kepri terus memperkuat pendidikan vokasi dengan meningkatkan proporsi sekolah menengah kejuruan (SMK) dibanding sekolah menengah atas (SMA) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kerja sama ini, Pemprov Kepri dan KP2MI akan fokus pada peningkatan kompetensi dan penguatan pelindungan PMI. Program peningkatan kompetensi mencakup pelatihan berbasis kompetensi, penguasaan bahasa asing, kewirausahaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi calon PMI, keluarga PMI, dan purna PMI.
Selain itu, kerja sama juga mencakup pembentukan Migrant Center, harmonisasi standar kompetensi PMI, sertifikasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyebarluasan informasi peluang kerja di luar negeri.