PT Hutama Karya telah mengidentifikasi dua titik penting yang berpotensi menyebabkan kelelahan ekstrem bagi pengendara di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Evaluasi jalur bebas hambatan ini diperketat setelah terjadi serangkaian kecelakaan fatal dalam dua hari berturut-turut yang menewaskan delapan orang.
Titik rawan pertama terletak di Jalur A dari arah Pekanbaru menjelang Kilometer 50, sedangkan titik kritis kedua berada di Jalur B dari arah Dumai, di sekitar Kilometer 33. Kedua area tersebut dinilai rawan menyebabkan kantuk hebat dan microsleep karena karakteristik trek yang panjang dan monoton.
Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya, Untung Joko R, menyatakan bahwa pengemudi di titik-titik tersebut harus mempertahankan konsentrasi tinggi karena risiko kelelahan fisik yang meningkat secara drastis. Sebagai langkah pencegahan, pengendara disarankan untuk segera beristirahat di fasilitas terdekat jika merasa kelelahan.
Untuk pengguna jalan dari arah Pekanbaru, tempat istirahat tersedia di Kilometer 45 Jalur A. Sementara itu, pengendara dari arah Dumai dapat beristirahat di Kilometer 45 Jalur B dan Kilometer 14 Jalur B.
Rentetan kecelakaan yang terjadi dalam waktu singkat dimulai pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, ketika sebuah mobil penumpang Toyota Hiace bertabrakan dengan truk dump Hino di Kilometer 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Lima orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan tersebut.
Kecelakaan fatal kedua terjadi pada Ahad (7/6/2026) sekitar pukul 23.45 WIB, di Kilometer 25+800 Jalur B, ketika mobil ambulans menabrak truk trailer dari belakang. Tiga orang meninggal dan satu orang terluka dalam insiden tersebut.
Hutama Karya masih menunggu hasil penyelidikan polisi untuk mengetahui penyebab pasti dari kedua kecelakaan tersebut. Namun, faktor-faktor seperti keadaan fisik yang buruk, mengabaikan jarak aman, dan berkendara saat mengantuk diduga menjadi penyebab utama kecelakaan.
Pengelola tol telah meningkatkan patroli lalu lintas dan pemasangan rambu peringatan di jalur-jalur rawan untuk mencegah kecelakaan serupa. Edukasi mengenai bahaya kelelahan saat berkendara juga terus disuarakan melalui berbagai media, termasuk pengeras suara di gerbang tol. Pihak kepolisian setempat juga turut serta dalam pengawasan di lapangan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.