Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada waktu sore hari. Prakirawan BMKG Pekanbaru Deby C menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara massif. Berdasarkan pemantauan visual radar cuaca, wilayah yang berpotensi terdampak cuaca buruk ini meliputi Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

Hujan ringan hingga sedang telah mulai mengguyur sebagian wilayah pesisir seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kota Dumai sejak pagi hari. Memasuki malam hingga dini hari, konsentrasi hujan diprediksi akan bergeser ke wilayah tengah dan selatan Riau, termasuk Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Atmosfer basah ini berdampak positif pada penekanan risiko kebakaran hutan dan lahan. Wilayah Provinsi Riau dinyatakan bersih dari titik panas berdasarkan sensor pemantauan satelit hingga Selasa pagi.

Meskipun ancaman kebakaran lahan nihil, BMKG meminta masyarakat tetap berhati-hati terhadap dampak turunan dari angin kencang dan hujan lebat, seperti pohon tumbang atau genangan air di kawasan perkotaan. Suhu udara di wilayah Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin berembus dari arah tenggara menuju barat dengan kecepatan hingga 36 kilometer per jam. Situasi di sektor perairan Provinsi Riau masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran dengan tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 meter hingga 1,25 meter, masuk dalam kategori rendah. (Bil)