Penyanyi dangdut populer Via Vallen membantah kabar mengenai kebangkrutan yang menimpa dirinya setelah menjual sejumlah aset pribadi, seperti tanah, rumah kos, dan mobil mewah. Via Vallen menjadi sorotan publik setelah menawarkan aset-asetnya melalui media sosial, termasuk tanah di kawasan perumahan elite di Sidoarjo, rumah kos di Solo, serta mobil BMW 430i Convertible. Hal ini memunculkan spekulasi di kalangan warganet tentang kondisi keuangan Via Vallen.
Via Vallen membantah tudingan kebangkrutan dan menjelaskan bahwa keputusan menjual aset dilakukan karena aset tersebut sudah jarang digunakan namun tetap memerlukan biaya perawatan dan pajak yang cukup besar. Menurut Via Vallen, aset yang tidak produktif lebih baik dijual daripada menimbulkan pengeluaran rutin. Ia juga memberikan contoh tentang mobil pribadinya yang terbakar dan kehilangan nilai karena disimpan terlalu lama.
Penyanyi berusia 34 tahun itu juga menegaskan bahwa penjualan aset dilakukan dengan santai dan tidak dalam kondisi terdesak secara finansial. Via Vallen juga menjelaskan bahwa keputusannya untuk mengurangi aktivitas di dunia hiburan merupakan pilihan pribadi yang diambil secara sadar, bukan karena tekanan ekonomi. Ia meminta publik untuk tidak langsung mengaitkan penjualan aset dengan kondisi keuangan yang buruk.
Via Vallen menjelaskan bahwa ia sengaja memasarkan asetnya melalui akun media sosial pribadi untuk memudahkan proses transaksi secara langsung dengan calon pembeli tanpa melalui perantara atau makelar. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial. Hingga kini, Via Vallen masih aktif berinteraksi dengan penggemarnya dan tetap menjalankan berbagai aktivitas di luar panggung meski memilih untuk lebih selektif dalam mengambil pekerjaan di industri hiburan.