Bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengungkapkan rasa kekesalannya terhadap Jorge Martin yang membalap secara agresif dan ugal-ugalan dalam balapan MotoGP Hungaria pada Minggu (7/6/2026) lalu. Rivola menyatakan bahwa tindakan Martin yang memaksa masuk di tikungan pertama mengakibatkan jatuhnya beberapa pembalap, termasuk pembalap Aprilia.
“Kesalahan Martin seharusnya tidak terjadi, terutama ketika keselamatan dipertaruhkan dan anda begitu agresif mendekati tikungan pertama. Ada Aprilia lain atau bahkan dua di tengah, itu terlihat bodoh,” ujar Rivola dalam wawancaranya dengan media.
Rivola juga menyoroti kesalahan serupa yang dilakukan oleh Martin pada balapan sebelumnya di Sirkuit Motegi, Jepang, pada tahun 2025. Dia mengungkapkan bahwa tindakan ugal-ugalan Martin telah merugikan rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
“Saya rasa (hasil di Jepang) mirip, tetapi kesalahannya sangat berbeda. Itu adalah kesalahan yang aneh, bukan kesalahan karena antusiasme. Dia melakukan kesalahan pengereman yang buruk,” tambah Rivola.
Rivola menekankan pentingnya kehati-hatian saat memasuki tikungan pertama dalam balapan MotoGP untuk menghindari kecelakaan serupa. Dia menegaskan bahwa pembalap harus lebih berhati-hati saat mengetahui kondisi trek dan cengkeraman ban yang buruk.
Jorge Martin, yang memulai balapan dari posisi kedelapan, kehilangan kendali atas motornya saat memasuki tikungan pertama dan menabrak beberapa pembalap, termasuk rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Insiden tersebut juga mengakibatkan beberapa pembalap lain seperti Fabio di Giannantonio, Fermin Aldeguer, dan Raul Fernandez terlibat dalam kecelakaan.
Akibat aksi ugal-ugalan Martin, Steward MotoGP melakukan penyelidikan dan menjatuhkan hukuman double long lap penalty pada pembalap asal Spanyol itu. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa tindakan Martin telah merugikan beberapa pembalap dan berpotensi membahayakan keselamatan.