Kawasan komersial Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, memasuki fase baru dalam penataan infrastruktur kota. Transformasi jaringan utilitas udara menjadi sistem bawah tanah terintegrasi terus digesa dan ditargetkan menyelesaikan satu tahapan jalur pada pekan ini. Langkah ini merupakan bagian dari standardisasi estetika perkotaan yang mengadopsi konsep kota modern.
Proses pengeboran bawah tanah tanpa merusak permukaan jalan utama sudah berlangsung sejak awal Juni. Penanaman pipa Saluran Kabel Tanah Tegangan Menengah (SKTM) sepanjang 200 meter di titik tersebut diperkirakan membutuhkan waktu penyelesaian sekitar tujuh hari. Salah seorang pekerja proyek di lokasi, Rama, menjelaskan bahwa konversi infrastruktur ini merujuk pada cetak biru penataan ruang yang memprioritaskan aspek keselamatan dan keindahan lanskap kota.
Program jangka panjang ini dirancang untuk menyatukan seluruh koridor distribusi energi dan logistik fluida ke dalam tanah. Kedepannya, bukan hanya kabel tegangan menengah yang diturunkan, tetapi juga integrasi jaringan instalasi gas bumi hingga pipa minyak yang melintasi area urban. Melalui penerapan sistem terpusat di bawah permukaan, risiko gangguan visual akibat semrawutnya kabel gantung di koridor utama Pekanbaru dapat ditekan.
Pengembalikan fungsi estetika ruang publik, digitalisasi, dan penanaman utilitas ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan distribusi energi serta meminimalkan risiko kecelakaan kerja di wilayah padat aktivitas tersebut. (Bil)