Kebakaran hebat terjadi di sebuah pabrik tekstil di kawasan industri Jakarta Barat pada Senin malam. Kepala Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Dedy Kurniawan, mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. “Kami menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 20.45 WIB dan segera mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi,” ujar Dedy.
Pabrik tekstil tersebut diketahui milik PT Maju Jaya, perusahaan tekstil terkemuka di Indonesia. Menurut Direktur Utama PT Maju Jaya, Budi Santoso, pabrik tersebut telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun dan merupakan salah satu pabrik tekstil terbesar di wilayah Jakarta Barat. “Kami sangat terpukul dengan kejadian ini dan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” kata Budi.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, sejumlah karyawan PT Maju Jaya dilaporkan mengalami luka bakar dan sesak napas akibat asap tebal yang membumbung tinggi. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. “Kami sedang memantau kondisi karyawan kami yang terluka dan berharap mereka segera pulih,” ungkap Budi.
Pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan sisa-sisa api yang masih membesar di pabrik tekstil tersebut. Dedy menjelaskan bahwa api sulit dipadamkan karena bahan-bahan tekstil yang mudah terbakar di dalam pabrik. “Kami terus berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan sekitar dan mengancam keselamatan warga sekitar,” ujar Dedy.
Sementara itu, sejumlah warga sekitar pabrik tekstil juga ikut membantu memadamkan api dengan membawa alat pemadam kebakaran sederhana. Mereka berusaha memadamkan api yang membumbung tinggi dari atap pabrik dengan semangat gotong royong. “Kami merasa prihatin dengan kejadian ini dan berusaha membantu petugas pemadam kebakaran agar api segera bisa dipadamkan,” kata salah seorang warga.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di pabrik tekstil PT Maju Jaya masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Budi menyatakan bahwa pihak perusahaan akan bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut. “Kami akan memberikan informasi apa pun yang diperlukan oleh pihak berwajib untuk mengungkap penyebab kebakaran ini,” kata Budi.