Mayoritas jemaah haji asal Provinsi Riau memilih menyalurkan pembayaran dam (denda) haji tamatu melalui lembaga resmi Addahi demi kelancaran ibadah. Berdasarkan laporan berkala dari petugas kelompok terbang, sebanyak 4.394 jemaah atau sekitar 93,58 persen dari total jemaah asal Riau memercayakan pemotongan hewan kurban mereka lewat jalur resmi tersebut. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengungkapkan bahwa penggunaan lembaga resmi ini sangat membantu ketertiban administrasi dan kepastian syariat di Arab Saudi.

Di luar jalur tersebut, tercatat 251 jemaah menunaikan dam secara mandiri, sedangkan 45 jemaah lainnya mengganti kewajiban dam dengan berpuasa. Sementara itu, terdapat dua jemaah yang mengambil jenis haji ifrad sehingga terbebas dari kewajiban dam, dan dua jemaah dilaporkan wafat. Secara keseluruhan, pemenuhan kewajiban finansial dan syariat terkait haji tamatu ini telah dirampungkan oleh 4.692 jemaah haji Riau.

Panitia kini mengalihkan fokus pada perlindungan fisik jemaah menjelang fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Defizon mengingatkan adanya risiko kesehatan yang tinggi akibat suhu udara di Makkah yang saat ini berkisar antara 45 hingga 48 derajat Celsius. Jemaah haji Riau diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan memanfaatkan musala pemondokan atau hotel untuk ibadah harian. Langkah ini dinilai strategis guna menghemat energi sebelum puncak haji yang menguras fisik.

Selain manajemen hidrasi dengan rutin meminum air putih untuk mencegah dehidrasi, jemaah juga diminta memperketat pengamanan dokumen pribadi. Kartu Nusuk wajib dibawa ke mana pun jemaah bergerak karena menjadi dokumen pelacak utama dan syarat mutlak mutasi jemaah selama berada di Masjidil Haram serta kawasan Armuzna. (Bil)