Sebanyak ratusan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau mengikuti Jambore Ekologis Malay Youth Summit dan Festival Kebudayaan Melayu Riau yang diselenggarakan oleh Pemuda Melayu Riau Indonesia (PMRI) selama tiga hari, dari 21 hingga 23 Mei.

Menurut Ketua Umum PMRI, Khoirul Bashar, jambore tersebut bertujuan untuk membina generasi muda Melayu agar peduli terhadap lingkungan, budaya, dan masa depan daerah. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kecintaan terhadap generasi muda di Provinsi Riau, bukan hanya sekadar ajang berkumpul pelajar, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan budaya Melayu dan membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

Khoirul menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan sosial yang tengah berkembang di masyarakat, termasuk isu lingkungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, PMRI menghadirkan diskusi dan sosialisasi bersama pihak terkait seperti kepolisian, BNN, anggota DPRD, perusahaan, dan pemangku kepentingan di bidang lingkungan.

Peserta jambore berasal dari berbagai sekolah di Provinsi Riau, namun beberapa wilayah seperti Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir tidak dapat mengikuti kegiatan tahun ini karena jarak yang cukup jauh dari Pekanbaru. Selama acara, peserta mengikuti berbagai agenda termasuk diskusi ekologis lingkungan, diskusi energi, sosialisasi bahaya narkoba, dan enam perlombaan bernuansa budaya dan kepemudaan.

Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Riau, Kombes Eko Budhi Purwono, mengapresiasi pelaksanaan jambore tersebut dan menyatakan bahwa PMRI berhasil menghadirkan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat serta membahas persoalan ekologis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, berharap jambore ini dapat melahirkan generasi muda yang mencintai lingkungan dan tetap menjaga budaya Melayu Riau. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta menjadikan jambore ini sebagai gerakan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.