Pemkot Surabaya memutuskan untuk menutup sejumlah tempat wisata dan tempat hiburan di kota tersebut mulai Senin (23/03) hingga Kamis (26/03) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Keputusan ini diambil setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan bahwa jumlah kasus positif COVID-19 di Provinsi Jawa Timur terus bertambah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa keputusan untuk menutup tempat wisata dan tempat hiburan dilakukan untuk mengurangi kerumunan massa yang dapat mempercepat penyebaran virus corona. “Kami tidak bisa main-main dengan virus ini, kita harus serius dan melakukan langkah-langkah preventif yang diperlukan,” ujarnya.

Beberapa tempat wisata yang ditutup sementara antara lain Taman Flora Bratang, Taman Remaja, Taman Harmoni, dan rest area di Jembatan Merah. Selain itu, sejumlah tempat hiburan seperti karaoke, bioskop, dan pusat perbelanjaan juga tidak diperkenankan beroperasi selama periode penutupan tersebut.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) yang menyatakan siap mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona. Ketua APPBI Jawa Timur, Handoyo, mengatakan bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah merebaknya pandemi ini.

Meskipun demikian, kebijakan penutupan tempat wisata dan tempat hiburan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada yang mendukung langkah ini sebagai upaya yang tepat untuk melindungi masyarakat, namun ada pula yang menilai bahwa hal ini akan berdampak negatif terhadap ekonomi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya juga terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri sebagai langkah pencegahan virus corona. Masyarakat diimbau untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan menjaga jarak dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan virus tersebut.

Dengan penutupan sementara tempat wisata dan tempat hiburan, diharapkan dapat memperlambat penyebaran virus corona di Surabaya. Pemerintah kota juga terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah-langkah tambahan jika diperlukan untuk melindungi masyarakat dari pandemi ini.