Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengungkapkan keprihatinannya terkait meningkatnya kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah konflik di seluruh dunia. “Saya sangat prihatin melihat jumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus meningkat di berbagai wilayah konflik,” kata Guterres dalam konferensi pers yang diselenggarakan di markas besar PBB, New York, pada hari Senin (10/5).

Menurut laporan yang diterbitkan oleh PBB, kasus kekerasan terhadap warga sipil di Suriah, Yaman, dan Myanmar mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. “Kondisi di Suriah, Yaman, dan Myanmar semakin memprihatinkan. Kami mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil,” tambah Guterres.

Peningkatan kasus kekerasan juga terjadi di wilayah konflik lainnya, seperti Afghanistan, Somalia, dan Republik Afrika Tengah. “Kami terus memantau perkembangan di wilayah-wilayah konflik tersebut dan berupaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban,” ujar Guterres.

Guterres juga menyoroti pentingnya kerja sama antar negara dalam menyelesaikan konflik dan mempromosikan perdamaian. “Kami membutuhkan kerja sama semua pihak untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di seluruh dunia. Tanpa kerja sama internasional, sulit bagi kita untuk mengatasi konflik dan kekerasan yang terus terjadi,” ungkap Guterres.

Dalam upaya untuk mengatasi konflik dan kekerasan, PBB akan terus berupaya untuk mendamaikan negosiasi antara pihak-pihak yang bertikai. “Kami akan terus berupaya untuk mendamaikan negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dan mencari solusi yang adil dan berkelanjutan,” tutur Guterres.

Guterres juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan menghormati hak asasi manusia dalam situasi konflik. “Perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap hak asasi manusia harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian konflik. Kita tidak boleh mengabaikan nilai kemanusiaan dalam situasi apapun,” pungkas Guterres.