Sebanyak 10 ribu warga di Jakarta Timur mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur, Bambang Surya, mengatakan bahwa banjir melanda beberapa kecamatan di Jakarta Timur, seperti Cakung, Cipayung, dan Matraman. Banjir disebabkan oleh meluapnya sungai yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Warga yang mengungsi ke posko pengungsian terdekat mengaku khawatir dengan kondisi rumah mereka yang tergenang banjir. “Kami terpaksa mengungsi ke sini karena air sudah masuk ke dalam rumah, kami berharap banjir segera surut agar kami bisa kembali ke rumah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah setempat telah menyiagakan bantuan logistik dan evakuasi untuk membantu warga yang terdampak banjir. Tim SAR dan relawan juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga yang terjebak banjir.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jakarta Timur telah melakukan upaya pembersihan saluran air untuk mengurangi genangan banjir. “Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses penanganan banjir dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Kepala Dinas PUPR Jakarta Timur, Andi Mulyadi.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir ini. Namun, Pemerintah terus memantau perkembangan situasi banjir di Jakarta Timur dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

Banjir di Jakarta Timur juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan utama tergenang air, sehingga arus lalu lintas menjadi terganggu. Pengendara diimbau untuk berhati-hati dan mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi banjir, terutama di musim hujan seperti saat ini. Pemerintah juga terus mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir.

Selain itu, Pemerintah juga berencana untuk melakukan pembangunan tanggul dan normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir yang sering melanda wilayah Jakarta Timur setiap musim hujan.