Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, pada Rabu (22/4/2026). Pemerintah Provinsi Riau memaparkan capaian dan tantangan sektor kesehatan dalam pertemuan tersebut.
Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan di Riau saat ini difokuskan pada pendekatan preventif. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menekan beban pembiayaan.
Program pemeriksaan kesehatan gratis telah dilaksanakan di 243 puskesmas di Riau dengan dukungan kebijakan daerah dan koordinasi lintas sektor. Hingga akhir 2025, jumlah kunjungan masyarakat dalam program tersebut mencapai 1.276.987 dari total sasaran 6.811.158 jiwa.
Meski terjadi peningkatan, Pemprov Riau mengakui bahwa pelaksanaan program masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sistem aplikasi dan ketersediaan bahan medis. Tantangan geografis di beberapa wilayah juga menjadi masalah.
Pemprov Riau melaporkan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjangkau sekitar 93 persen penduduk. RSUD Arifin Achmad, sebagai rumah sakit rujukan utama di provinsi tersebut, kini memiliki kapasitas 497 tempat tidur.
Zulkifli menambahkan bahwa tantangan klasik di sektor kesehatan, seperti keterbatasan tenaga dokter spesialis dan ketidakmerataan layanan kesehatan di seluruh daerah, masih menjadi perhatian. Pemprov Riau terus mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit daerah untuk memastikan akses yang lebih merata bagi masyarakat.
Peningkatan kapasitas layanan kesehatan menjadi prioritas bagi Pemprov Riau guna memastikan akses yang merata bagi masyarakat di seluruh wilayah Riau. Langkah ini dilakukan melalui penguatan sarana, prasarana, dan pengembangan sumber daya manusia di rumah sakit tipe D agar dapat naik kelas menjadi tipe C.