Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan, masih terus berlangsung di sejumlah wilayah di Riau, Minggu (5/4/2026). Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, menyampaikan kondisi di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, saat ini telah berangsur kondusif setelah dilakukan operasi pemadaman selama tujuh hari.
Sebanyak empat tim diterjunkan di lokasi tersebut, terdiri dari dua tim Daops Dumai, serta masing-masing satu tim bantuan (BKO) dari Daops Sarolangun dan Daops Muba. Saat ini, penanganan difokuskan pada tahap mopping up atau pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi potensi api yang tersisa. Proses ini dilakukan dengan menyisir seluruh titik rawan kebakaran. “Kondisi Titi Akar sudah kondusif, namun mopping up masih terus diintensifkan. Besok pagi akan dilakukan evaluasi untuk rekomendasi penuntasan operasi,” ujar Ferdian.
Sementara itu, kebakaran di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, hingga kini masih belum sepenuhnya padam. Satu tim dari Daops Siak dikerahkan di lokasi tersebut. Untuk mempercepat penanganan, satu unit alat berat diturunkan guna membantu pembuatan sekat api sekaligus mendukung penyediaan sumber air di lokasi pemadaman. Selain itu, penguatan personel juga dilakukan dengan menurunkan satu regu dari Daops Pekanbaru ke Desa Pelkun serta satu regu dari Daops Siak ke Desa Kelemantan.
Di Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, kondisi kebakaran dilaporkan membaik. Tim dari Daops Sumatera VII Rengat saat ini masih melakukan mopping up dengan memanfaatkan sumber air yang terbatas di kawasan gambut. Dukungan pemadaman melalui udara juga dioptimalkan. Operasi water bombing pada hari ini difokuskan penuh di wilayah Bengkalis, menyesuaikan dengan kondisi kebakaran di lapangan.
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan sebanyak tiga sortie dengan rute Bengkalis–Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir–Pelalawan, serta Dumai–Rokan Hilir. Ferdian menambahkan, tim di lapangan juga terus melakukan pencarian sumber air, termasuk dengan metode pendalaman manual di lokasi gambut, khususnya di Desa Sekodi. Penggunaan alat berat turut membantu mempercepat proses pemadaman, baik dalam pembuatan sekat api maupun akses air. Menurutnya, seluruh upaya terus dimaksimalkan untuk memastikan kebakaran dapat segera dipadamkan secara menyeluruh dan mencegah munculnya titik api baru. -vie