Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, melalui Komisi IV, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera menuntaskan perbaikan kerusakan jalan di berbagai wilayah. Langkah ini dianggap penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama masa mudik Idul Fitri mendatang. Anggota Komisi IV DPRD Riau, Suyadi, menyoroti kondisi berlubang dan rawan kecelakaan di banyak ruas jalan provinsi. Ia meminta instansi terkait, termasuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), untuk melakukan pemeliharaan rutin atau penambalan lubang secara masif sebelum puncak arus mudik dimulai.
Suyadi menegaskan bahwa tanggung jawab utama perbaikan jalan tetap berada di tangan pemerintah, meskipun masyarakat dan perusahaan lokal telah melakukan penimbunan lubang secara swadaya. Menurutnya, penanganan manual oleh warga hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan hadir dengan dukungan peralatan berat serta material yang memadai agar kualitas perbaikan lebih tahan lama dan tidak membahayakan pengendara.
Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa tenggat waktu menuju Lebaran semakin sempit. Seluruh pengerjaan darurat diharapkan bisa diselesaikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya agar jalur transportasi benar-benar fungsional. Suyadi menekankan bahwa targetnya sederhana, yaitu jalan sudah mulus sebelum arus mudik padat. Dia juga mencatat pengerjaan di beberapa titik ruas jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), seperti di kawasan Bukit Timah, Rokan Hilir, sudah mulai berjalan.
Suyadi berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat berjalan optimal agar infrastruktur mudik tahun ini jauh lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya kerjasama untuk memastikan keberhasilan perbaikan jalan dan keselamatan selama masa mudik. Jadi, perbaikan jalan yang dilakukan harus dilakukan dengan segera dan optimal agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan.