Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau menilai kondisi kabel telekomunikasi yang semrawut di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru. Hal itu terjadi akibat banyaknya pelaku usaha yang membangun infrastruktur jaringan secara mandiri tanpa koordinasi yang terintegrasi.

Menurut Sekretaris APJATEL Riau, Dardi Suryanto, kondisi tersebut disebabkan tingginya jumlah penyedia layanan telekomunikasi yang membangun jaringan dan tiang sendiri-sendiri. Sehingga, hal ini menimbulkan kesan semrawut di lingkungan perkotaan.

Dardi mengungkapkan bahwa telah tersedia berbagai skema penataan jaringan kabel fiber optik yang dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih rapi dan tertata. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan tiang kabel fiber optik bersama maupun sistem jaringan utilitas bersama.

Konsep jaringan utilitas bersama menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk mengurangi kepadatan tiang dan kabel di kawasan perkotaan. Selain membuat tata kota lebih rapi, sistem ini juga dinilai lebih efisien dari sisi pembangunan infrastruktur.

Dardi menambahkan bahwa banyak alternatif lain yang bisa diterapkan, seperti penggunaan tiang bersama atau jaringan utilitas bersama. Dengan cara tersebut, pembangunan infrastruktur bisa lebih terkoordinasi dan tidak menambah kesemrawutan.

Meski demikian, koordinasi antar pelaku usaha telekomunikasi masih belum berjalan optimal karena tidak semua pelaku usaha tergabung dalam APJATEL. Sebagian pelaku usaha masih menjalankan pembangunan jaringan secara mandiri tanpa adanya sinkronisasi dengan pihak lain.

APJATEL Riau berharap upaya penataan kabel yang didorong Pemerintah Kota Pekanbaru dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar penyedia layanan telekomunikasi. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur jaringan ke depan dapat dilakukan secara lebih terencana, efisien, dan selaras dengan penataan wajah kota.