Pemerintah Kota Pekanbaru terus mempercepat pembangunan daerah dengan memperkuat kolaborasi bersama sektor swasta. Langkah ini dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan tanpa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa sebagai ibu kota Provinsi Riau sekaligus barometer daerah, Pekanbaru membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pembangunan berjalan optimal. Menurutnya, jika seluruh program pembangunan hanya bertumpu pada APBD, maka progresnya tidak akan bisa berlangsung cepat. Oleh karena itu, Pemko membangun sinergi dengan berbagai perusahaan dan institusi swasta untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan kota.
Salah satu contoh nyata kolaborasi tersebut adalah pembangunan dan renovasi puluhan halte Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang tersebar di sejumlah ruas jalan. Berkat dukungan swasta, pemerintah kota mampu menghemat anggaran hingga miliaran rupiah. Sejumlah pihak swasta yang turut berkontribusi antara lain Bank Riau Kepri, Bank Syariah Indonesia, Viera, Insyira, serta Rumah Sakit Awal Bros.
Pembangunan ikon baru di persimpangan Jalan Arifin Ahmad–Jalan Jenderal Sudirman dengan nilai anggaran sekitar Rp4 miliar juga terealisasi melalui dukungan swasta. Begitu pula pembangunan Bundaran MP yang turut mendapat kontribusi dari pihak nonpemerintah. Pemko berharap pola kolaborasi ini dapat terus diperluas demi mewujudkan pembangunan Kota Pekanbaru yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, pembangunan di Kota Pekanbaru menjadi lebih efektif dan efisien. Dukungan dari perusahaan dan institusi swasta telah terbukti mampu menghemat anggaran pembangunan hingga mencapai miliaran rupiah. Hal ini membuktikan bahwa kerjasama antara sektor publik dan swasta dapat memberikan kontribusi positif dalam percepatan pembangunan kota.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan swasta dalam mengoptimalkan pembangunan di Kota Pekanbaru. Dengan demikian, berbagai proyek pembangunan seperti renovasi halte Bus Trans Metro Pekanbaru dan pembangunan ikon baru di persimpangan jalan dapat terlaksana dengan lebih efisien dan optimal. Kolaborasi ini juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat pembangunan tanpa hanya mengandalkan APBD semata.