Pemko Pekanbaru Membudayakan Pemilahan Sampah dari Rumah
Pemko Pekanbaru telah berhasil membudayakan pemilahan sampah dari rumah yang mulai menunjukkan hasil positif. Kini, masyarakat ramai-ramai menukarkan sampah nonorganik ke waste station untuk didaur ulang dan diubah menjadi nilai ekonomi.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, fasilitas waste station di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar telah berhasil mengumpulkan hampir 8,5 ton sampah nonorganik dari warga dalam waktu sekitar dua bulan operasional. Antusias masyarakat sangat tinggi.
“Waste station merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang dirancang untuk mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah dari warga. Agar, sampah-sampah tersebut dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali,” ujarnya.
Fasilitas waste station saat ini baru tersedia di Jalan Ahmad Yani, namun Pemko Pekanbaru berencana menambah lima waste station baru di sejumlah titik strategis.
Lokasi yang direncanakan antara lain di RTH Ratu Kaca Mayang Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Panam, Rumbai, dan Tenayan Raya. Pembangunan tambahan waste station dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Waste station akan terus kami tambah. Kami menggandeng pihak swasta untuk membangun fasilitas ini di sejumlah lokasi,” ucap Reza.
Warga cukup membawa sampah nonorganik yang telah dipilah ke waste station. Sebelumnya, warga diwajibkan mengunduh aplikasi Rekosistem sebagai bagian dari sistem penukaran sampah.
Jenis sampah yang dapat ditukarkan antara lain plastik, kaca, minyak jelantah, kertas, kardus, logam, hingga barang elektronik bekas. Setiap sampah yang disetorkan akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan menjadi uang elektronik maupun saldo aplikasi.
“Warga cukup datang ke waste station membawa sampah nonorganik. Poin yang terkumpul nantinya bisa ditukar menjadi uang elektronik atau saldo aplikasi,” pungkasnya.