Anggota DPRD Provinsi Riau HM Sumardany Zirnata ST MSc menggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Kelola Keterbukaan Informasi Publik di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan tersebut disambut antusias warga yang memadati lokasi acara. Sekitar 200 warga tampak mengikuti jalannya sosialisasi dengan serius dan seksama.

Dalam pemaparannya, Sumardany menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara. Menurutnya, masih banyak warga yang kehilangan hak hanya karena minimnya informasi dan akses terhadap kebijakan pemerintah. “Keterbukaan informasi publik ini penting untuk menjamin hak bapak dan ibu semua. Kalau tidak ada keterbukaan informasi publik, banyak hak warga yang bisa hilang karena ketidaktahuan,” ujar Sumardany di hadapan warga.

Keterbukaan informasi, kata Sumardany, menjadi salah satu instrumen penting dalam mencegah praktik korupsi dan kolusi. Dengan sistem informasi yang terbuka, masyarakat dapat mengawasi berbagai program pemerintah secara langsung. “Sekarang semuanya sudah bisa diakses. Dengan keterbukaan informasi, pengawasan dari masyarakat akan semakin kuat sehingga praktik korupsi dan kolusi bisa dicegah,” katanya.

Menurut Sumardany, Ranperda yang saat ini dibahas DPRD Riau memang harus terus disosialisasikan kepada masyarakat agar mendapat banyak masukan sebelum disahkan menjadi peraturan daerah. Karena itu, pihaknya aktif turun langsung ke tengah masyarakat maupun perguruan tinggi untuk menyerap aspirasi publik. “Aturan yang kami bahas ini harus disampaikan ke masyarakat supaya mendapat masukan. Kami juga melakukan sosialisasi ke kampus dan berbagai elemen masyarakat lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, calon Ketua RT 01 RW 09 Perumahan Villa Mutiara, Irwan, turut menyampaikan kondisi wilayahnya yang saat ini terus berkembang pesat. Ia menyebut kawasan tersebut terdiri dari delapan perumahan besar dan dua kampung, yakni Kampung Indragiri dan Budi Luhur. “Di sini ada lebih kurang 200 kepala keluarga yang tersebar di tiga lingkungan. RT 01 ini menjadi yang terbesar jumlah penduduknya, bahkan mencapai lebih dari 1.000 KK dan mungkin menjadi satu-satunya di Pekanbaru,” ujar Irwan.

Ketua lingkungan setempat, Dion, juga berharap perhatian pemerintah terhadap kawasan tersebut semakin meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Ia menilai pembangunan infrastruktur dan fasilitas sosial di lingkungan warga masih membutuhkan dukungan besar dari pemerintah daerah. Pada kesempatan itu, Sumardany juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat dengan berpartisipasi membantu pembangunan mushalla di Perumahan Villa Mutiara.

Ia berjanji akan memperjuangkan bantuan pembangunan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD untuk diusulkan dalam APBD Riau tahun depan. “Kami akan bantu pembangunan mushalla di sini melalui dana pokir dan akan kami usulkan pada APBD Riau tahun depan. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Sumardany. -vie