Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyatakan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan forum penting yang menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Kepulauan Meranti di Gedung Afifa Selatpanjang, pada hari Selasa, 21 April 2026.

Muzamil menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat. Ia menyoroti pentingnya Musrenbang sebagai wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyelaraskan program pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Muzamil menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan ruang strategis untuk memastikan perencanaan daerah tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan perencanaan yang komprehensif, yang menggabungkan aspek teknokratis, partisipatif, dan politis, serta keseimbangan antara pendekatan top-down dan bottom-up.

Menyoroti posisi strategis Kepulauan Meranti dalam pengembangan wilayah Sumatera, terutama dalam sektor bioindustri dan kemaritiman, Muzamil menyatakan bahwa daerah ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Ia menekankan pentingnya dukungan afirmatif untuk pengembangan kawasan berbasis bioindustri dan kemaritiman di Meranti.

Muzamil juga menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, provinsi, pusat, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan efektivitas dan kelangsungan perencanaan pembangunan. Ia menekankan bahwa harapan lebih dari 200 ribu penduduk Kepulauan Meranti bergantung pada kebijakan yang dihasilkan hari ini.

Kepala Bappedalitbang Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, menyampaikan bahwa Musrenbang bertujuan untuk menghimpun masukan dan menyelaraskan usulan pembangunan agar menjadi bagian dari RKPD 2027. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.