Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) kembali mengikuti Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat (SMMPTN-Barat) 2026 sebagai salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru. Program ini resmi diluncurkan oleh BKS-PTN Barat pada 11 Mei 2026 di Jakarta dan dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi negeri. Hadir dalam acara tersebut adalah Irjen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nur Syarifah serta Dirjen Dikti Khairul Munadi.
Seleksi SMMPTN-Barat 2026 dilaksanakan menggunakan sistem Computer-Assisted Test (CAT) yang diklaim berlangsung secara legal, profesional, transparan, dan akuntabel. Sistem ini juga dipantau oleh lembaga terkait, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjaga integritas proses seleksi.
Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan jalur seleksi tersebut. Ia menegaskan bahwa SMMPTN-Barat memberikan kesempatan penting bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus berbasis nilai-nilai Islam dan kemadanan.
Tahun ini, SMMPTN-Barat diikuti oleh 27 perguruan tinggi negeri dengan total daya tampung mencapai 20.035 mahasiswa untuk 1.013 program studi. Sistem seleksi dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang mencakup Tes Potensi Skolastik (TPS) dan tes literasi.
Fleksibilitas pilihan program studi menjadi salah satu keunggulan sistem ini, di mana peserta dapat memilih hingga dua prodi, termasuk lintas kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek) maupun Sosial Humaniora (Soshum). Pendaftaran SMMPTN-Barat 2026 telah dibuka secara daring mulai 4 Mei hingga 11 Juni 2026 melalui laman resmi SMMPTN-Barat.
UIN Suska Riau mengimbau para calon mahasiswa untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut dan memastikan proses pendaftaran dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan, sebagai upaya untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas di Indonesia.