Seorang tokoh masyarakat setempat, Bapak Surya, mengecam tindakan pembakaran hutan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di wilayah tersebut. Menurutnya, tindakan ini sangat merugikan lingkungan dan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Pembakaran hutan terjadi pada hari Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB di daerah perbatasan antara Desa Mawar dan Desa Melati. Api berhasil dipadamkan setelah dua jam berjuang oleh petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar. Namun, luas hutan yang terbakar cukup besar mencapai 5 hektar.

Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Kapolsek setempat, AKP Budi, mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kami tidak akan segan untuk menindak oknum-oknum yang melakukan tindakan merusak lingkungan,” ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun, motif dari pembakaran hutan ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa pembakaran hutan dilakukan untuk memperluas lahan pertanian secara ilegal.

Bapak Surya juga menambahkan bahwa tindakan pembakaran hutan ini sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Ia berharap pihak berwajib segera mengungkap pelaku dan memberikan sanksi yang setimpal agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pemerintah setempat juga turut angkat bicara terkait insiden ini. Wakil Bupati Indra mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melaporkan jika mengetahui adanya tindakan merusak seperti pembakaran hutan.

Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil akibat terbakarnya hutan cukup besar dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait untuk mengatasi dampaknya.