Tim Pertalight Public Relations dari mahasiswa Komunikasi Universitas Pertamina, yang terdiri dari Miftakhul Laili Afifah, Imtiaz Ahmad, dan Zhaira Zata Aqma, merancang kampanye komunikasi publik “Jejak Kota Langkah Jakarta Menuju Inklusivitas” sebagai respons terhadap tantangan mobilitas di wilayah megapolitan seperti Jakarta. Kampanye ini berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Public Relations Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya setelah bersaing dengan 20 tim dari berbagai universitas nasional.
Menurut Imtiaz Ahmad, salah satu perwakilan tim, krisis pedestrian di Jakarta disebabkan oleh masalah perilaku masyarakat dan lemahnya penegakan aturan. Hal ini menyebabkan infrastruktur trotoar kehilangan nilai fungsinya bagi kehidupan sehari-hari warga. Dampak dari kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele, karena penyalahgunaan trotoar telah berkontribusi pada 18.302 kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki menurut Goodstats 2025.
Tim Pertalight melakukan perhitungan estimasi kerugian ekonomi akibat kecelakaan tersebut menggunakan pendekatan Severity Index berbasis aktuaria. Estimasi kerugian yang dihasilkan mencapai sekitar Rp380,49 miliar atau rata-rata Rp20,79 juta per kasus. Meskipun angka tersebut bersifat estimasi kalkulatif berdasarkan data kecelakaan yang tersedia, hal ini menjadi gambaran besaran dampak yang ditimbulkan.
Kampanye “Jejak Kota” yang dirancang oleh tim Pertalight di bawah bimbingan Muhammad Nur Ahadi dan Ita Musfirowati Hanika bertujuan sebagai cetak biru komunikasi inklusif yang dapat diadopsi oleh pemerintah kota lain di Indonesia. Selain merancang aktivasi media sosial, tim juga mendesain aksi edukasi langsung di lapangan seperti signage interaktif berfitur QR Code yang terhubung ke aplikasi JAKI untuk mempermudah pelaporan kerusakan atau penyalahgunaan trotoar.
Melalui integrasi tersebut, Imtiaz berharap kampanye ini dapat memicu aksi nyata sekaligus menumbuhkan budaya empati warga dalam menjaga ruang publik yang aman dan inklusif bagi pejalan kaki, terutama kelompok disabilitas. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi komunikasi publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pjs Rektor Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menyatakan bahwa inisiatif kampanye ini merupakan kontribusi nyata akademisi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Djoko Triyono juga menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu melahirkan solusi praktis yang menyentuh persoalan mendasar masyarakat melalui kreativitas dan kepekaan terhadap sisi kemanusiaan dari setiap pesan yang mereka rancang.