Dalam rapat yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hari ini, anggota dewan sepakat untuk menolak rencana kenaikan tarif listrik yang diajukan oleh pemerintah. “Kami menolak kenaikan tarif listrik karena ini akan memberatkan masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini,” ujar Ketua DPRD, Budi Santoso.
Menurut Budi, kenaikan tarif listrik yang diajukan oleh pemerintah sebesar 15% dinilai tidak wajar mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit akibat pandemi Covid-19. “Kami meminta pemerintah untuk mempertimbangkan ulang rencana kenaikan tarif listrik ini demi kepentingan rakyat banyak,” tambah Budi.
Rencana kenaikan tarif listrik tersebut seharusnya akan mulai diberlakukan pada bulan depan, namun dengan penolakan dari DPRD, pemerintah terpaksa harus mencari solusi lain untuk mengatasi defisit listrik yang terjadi. “Kami akan berdiskusi lebih lanjut untuk menemukan solusi terbaik yang tidak memberatkan masyarakat namun tetap dapat menutupi defisit listrik yang ada,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Agus Supriyanto.
Masyarakat pun memberikan dukungan terhadap keputusan DPRD untuk menolak kenaikan tarif listrik. “Saya sangat mendukung keputusan DPRD untuk menolak kenaikan tarif listrik. Harga-harga kebutuhan pokok sudah naik, kalau tarif listrik juga naik, bagaimana kami bisa bertahan?” ujar Ani, seorang ibu rumah tangga.
Pemerintah pun diharapkan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan ulang rencana kenaikan tarif listrik tersebut. “Kami berharap pemerintah dapat mendengarkan suara rakyat dan tidak memaksakan kebijakan yang merugikan masyarakat,” ujar Budi.