Camat Tembilahan, Ari Syuria, turun langsung meninjau kondisi aliran sungai dan parit di sejumlah titik strategis, khususnya Parit 12, 13, 14, dan 15, sebagai respons terhadap persoalan genangan air yang kerap menghantui pusat Kota Tembilahan. Menurut Ari Syuria, keberadaan bangunan liar yang menutup jalur air serta tumpukan sampah yang menyumbat saluran menjadi salah satu penyebab utama tersendatnya drainase, sehingga genangan kerap muncul di sejumlah kawasan pemukiman.

“Pemerintah daerah melakukan langkah normalisasi secara teknis, namun keberlanjutannya ada di tangan kita semua. Tembilahan milik kita bersama. Saya mengajak seluruh warga menghidupkan kembali gotong royong merawat sungai dan parit. Kalau aliran air lancar dan lingkungan bersih, keindahan kota dan kenyamanan akan kita rasakan bersama,” tegas Ari Syuria.

Imbauan tegas tersebut disampaikan dalam rangka menghentikan kebiasaan mendirikan bangunan di atas parit serta tidak lagi menjadikan aliran sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Ari Syuria menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan drainase yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keindahan kota.

Tindakan yang dilakukan Camat Tembilahan ini sebagai langkah preventif untuk mengatasi masalah genangan air yang menjadi sorotan serius di pusat Kota Tembilahan. Dengan meninjau kondisi aliran sungai dan parit secara langsung, diharapkan dapat memantau perkembangan situasi secara lebih detail dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam penanganannya.

Ari Syuria juga menyoroti adanya bangunan liar yang menutup jalur air serta tumpukan sampah yang menyumbat saluran sebagai faktor utama tersendatnya drainase. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan terkait pembangunan di sekitar parit dan sungai.

Dengan adanya imbauan dan tindakan dari Camat Tembilahan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat lingkungan sekitar. Langkah-langkah preventif seperti ini menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan genangan air dan memastikan kelancaran aliran sungai serta drainase di Kota Tembilahan.