Pekanbaru, Serantau Media – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mendorong pengembangan dan promosi produk ramah lingkungan berupa paving block dan pupuk yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah pembakaran batu bara di PLTU Tenayan Raya Pekanbaru. Hal tersebut disampaikan SF Hariyanto usai menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, Sabtu (6/6).

Menurut SF Hariyanto, inovasi pengolahan limbah batu bara menjadi produk bernilai guna merupakan langkah positif yang mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. “Dari limbah pembakaran batu bara ya. Ini bagus sekali,” kata SF Hariyanto saat meninjau hasil produk yang dipamerkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga melihat langsung paving block yang diproduksi dari abu sisa pembakaran batu bara atau fly ash. Secara fisik, produk tersebut memiliki bentuk yang serupa dengan paving block konvensional yang terbuat dari campuran semen dan pasir.

Operator PLTU Tenayan Raya, Reza, menjelaskan fly ash dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving block dan pupuk kompos. “Dari proses itu diperoleh unsur hara yang dapat membantu meningkatkan pH tanah serta kandungan kalium yang dibutuhkan tanaman,” ujarnya.

Sementara untuk paving block, PLTU Tenayan Raya memproduksi beberapa varian berdasarkan tingkat kekuatan tekan, di antaranya tipe dengan kekuatan 225 dan 300 kilogram per sentimeter persegi. Menurut Reza, selain memanfaatkan abu batu bara, perusahaan juga mengolah limbah organik berupa dedaunan yang tersedia di lingkungan PLTU.

Untuk mendukung program tersebut, PLTU Tenayan Raya telah menyiapkan fasilitas khusus berupa bengkel produksi paving block dan rumah kaca (green house) untuk pengolahan pupuk kompos. “Seluruh proses dilakukan secara terintegrasi di area PLTU,” katanya.

Program pemanfaatan limbah tersebut dijalankan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Produk paving block dan pupuk yang dihasilkan tidak diperjualbelikan, melainkan digunakan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. Hasil produksi dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum, rumah ibadah, perbaikan infrastruktur lingkungan, serta bantuan kepada kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. “Sampai saat ini pupuk dan paving block yang kami hasilkan tidak untuk dijual. Produk ini digunakan untuk mendukung kegiatan CSR perusahaan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat,” ujar Reza.

Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular di Riau melalui pemanfaatan limbah industri menjadi produk yang bernilai guna bagi masyarakat dan lingkungan.