Proses seleksi calon Direktur Utama PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasuki tahap akhir yang dipimpin langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, di Gedung Wisma Mulia, Jakarta, pada Senin (18/05/2026). Dua kandidat terakhir yang masih bertahan dalam seleksi tersebut adalah Robi Junipa dan Muttaqin, setelah berhasil melewati tahapan seleksi sebelumnya bersama delapan peserta lain.

Dalam tahapan final ini, proses seleksi melibatkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto serta pengawasan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau untuk memastikan transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas dalam proses seleksi. Bupati Siak menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga visi strategis calon pimpinan dalam mengelola perusahaan daerah yang bergerak di sektor hulu migas.

Kedua kandidat diuji terkait strategi peningkatan produksi migas, efisiensi operasional, optimalisasi lifting, serta kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ketahanan energi nasional. Sebelumnya, pada tahap seleksi di Pekanbaru, para kandidat juga diuji mengenai implementasi Good Corporate Governance (GCG), efisiensi struktur perusahaan, serta rencana restrukturisasi organisasi PT BSP.

Proses seleksi ini juga bertujuan mencari pemimpin dengan pemahaman kondisi lokal, kemampuan manajerial, dan visi bisnis yang sesuai dengan regulasi industri migas nasional. Pelibatan BPKP dalam proses seleksi dianggap penting untuk meningkatkan tata kelola perusahaan ke depan. Hasil asesmen lembaga PPM Manajemen Jakarta menunjukkan bahwa kedua kandidat dinilai memiliki kapasitas dan komitmen dalam pengembangan PT BSP ke depan.

Hasil wawancara final akan menjadi pertimbangan utama sebelum penetapan Direktur Utama PT BSP melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Proses seleksi ini dianggap sebagai mekanisme yang terbuka dan melibatkan banyak pihak profesional di daerah untuk memastikan pemimpin yang siap menghadapi tantangan ke depan.